6. 6 Pupuk Dan Pemupukan Pemberian zat yang salah, pemberian yang berlebihan atau serba kurang dan pemberian zat yang tidak tepat pada waktunya tentu akan menimbulkan akibat-akibat yang fatal atau sangat merugikan, seperti : 1. Kematian tanaman 2. Timbulnya gejala-gejala penyakit tanaman yang baru 3. Kerusakan fisik tanah 4. Umumnya lahan pengembangan jagung di Indonesia defisiensi hara N sehingga diperlukan tambahan N melalui pemupukan. Manajemen pemupukan N dilakukan dengan memadukan takaran, waktu dan cara pemberian sesuai dengan kebutuhan tanaman dan kondisi lahan. Takaran pupuk N untuk tanaman jagung hibrida dengan peluang Jagung superhibrid BISI-18 sendiri memberikan hasil rata-rata 82%. Oleh karena itu, wajar jika potensi produksi jagung juga tinggi, yakni bisa mencapai 12 t/ha sekam kering. Potensi produksi yang tinggi yang dapat dicapai dengan BISI-18 tidak lepas dari dukungan sifat fisik tanaman yang baik. Jagung ini memiliki energi tumbuhan yang baik. Pemupukan Dasar. Pada pemupukan dasar, dosis pupuk yang tepat untuk tanaman jagung manis terdiri dari 500 kg petroganik, 150 kg phonska, dan 75 kg urea untuk setiap hektar. Pemberian pupuk dilakukan dengan cara ditugali persis di samping benih dalam barisan tanaman dengan jarak sekitar 10-15 cm. Tujuan dari pemupukan ini yakni menyediakan unsur .

cara pemupukan jagung bisi 228